Jumat, 12 Desember 2014

Rembulan Tenggelam Di Wajahmu

"Bagi manusia, hidup itu juga sebab-akibat, Ray. Bedanya, bagi manusia sebab-akibat itu membentuk peta dengan ukuran raksasa. Kehidupanmu menyebabkan perubahan garis kehidupan orang lain, kehidupan orang lain mengakibatkan perubahan garis kehidupan orang lainnya lagi, kemudian entah pada siklus yang keberapa, kembali lagi ke garis kehidupanmu... Saling mempengaruhi, saling berinteraksi... Sungguh kalau dilukiskan peta itu maka bagai bola raksasa dengan jutaan warna yang saling melilit, menjalin, melingkar-lingkar. Indah. Sungguh indah. Sama sekali tidak rumit." _Tere Liye, Rembulan Tenggelam Di Wajahmu

"Begitulah kehidupan, ada yang kita tahu, ada pula yang tidak kita tahu. Yakinlah, dengan ketidak-tahuan itu bukan berarti Tuhan berbuat jahat kepada kita. Mungkin saja Tuhan sengaja melindungi kita dari tahu itu sendiri."_Tere Liye, Rembulan Tenggelam Di Wajahmu

"Andaikata semua kehidupan ini menyakitkan, maka di luar sana pasti masih ada sepotong bagian yang menyenangkan. Kemudian kau akan membenak pasti ada sesuatu yang jauh lebih indah dari menatap rembulan di langit. Kau tidak tau apa itu, karna ilmumu terbatas. Kau hanya yakin, bila tidak di kehidupan ini suatu saat nanti pasti akan ada yang lebih mempesona dibanding menatap sepotong rembulan yang sedang bersinar indah."_Tere Liye, Rembulan Tenggelam Di Wajahmu

"Hanya orang-orang dengan hati damailah yang boleh menerima kejadian buruk dengan lega."_Tere Liye, Rembulan Tenggelam Di Wajahmu

"Semua orang selalu diberikan kesempatan unuk kembali. Sebelum maut menjemput, sebelum semuanya benar-benar terlambat. Setiap manusia diberikan kesempatan untuk mendapatkan penjelasan atas berbagai pertanyaan yang mengganjal hidupnya."_Tere Liye, Rembulan Tenggelam Di Wajahmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar